Service, Education and Research


Dharmais Surgical Oncology

National Cancer Centre

Dharmais Surgical Oncology

www.dharmais-surgonc.com

All Right Reserved © www.dharmais-surgonc.com 2013 MOOI

SADARI

Cegah Kematian Akibat Kanker Payudara

Jakarta, 3 April 2014 - Yayasan Kanker Indonesia cabang DKI Jakarta (YKI DKI) bermitra dengan pihak PT Roche Indonesia, meluncurkan program kampanye deteksi dini kanker payudara SADARI (pemerikSAan payuDAra sendiRI). Tujuan kampanye SADARI adalah untuk mencegah kematian akibat kanker payudara melalui upaya deteksi dini dan terapi dini. Peluncuran ini dilakukan di Balaikota Provinsi DKI Jakarta pada hari Kamis, 3 April 2013 oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, ditandai dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan SADARI bagi sekitar 700 perempuan.


Saya mendukung kegiatan yang sangat positif ini. Inilah wujud nyata kepedulian kita terhadap kaum perempuan. Kita mulai bersama hari ini di Balaikota, dan kita suarakan bersama agar seluruh warga Jakarta tahu mengenai kanker payudara, tahu mengenai SADARI dan menjadikan SADARI sebagai rutinitas baru, kebiasaan baru,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Dalam sambutannya Basuki Tjahaja Purnama juga menekankan bahwa keberhasilan upaya pengendalian kanker membutuhkan kerjasama semua pemangku kepentingan. Oleh sebab itu pemerintah sangat mendorong berbagai bentuk kemitraan baik dalam upaya promotif, preventif maupun kuratif.


Kepala Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial Rumah Sakit Kanker Dharmais Dr. Walta Gautama, Sp.B (K) Onk menerangkan, “Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker. Hal ini disebabkan sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat pada stadium lanjut. Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi sebetulnya kanker bisa dikalahkan.“


Lanjutnya, “Kemajuan teknologi diagnostik dan pengobatan kanker payudara telah mampu mendeteksi kanker payudara lebih dini dan memberikan pilihan pengobatan yang sesuai dengan jenis kanker payudara yang diderita pasien. Peluang pasien kanker payudara stadium dini mencapai kesembuhan mencapai hingga 95%. Oleh sebab itu pemerintah juga semestinya menjamin ketersediaan akses terhadap deteksi dini dan terapi kanker payudara sejak stadium dini.”

HOME Back

Ketua Yayasan Kanker Indonesia cabang DKI Jakarta Veronica Tan Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, “Harus ada upaya semua pihak untuk terus menerus bekerjasama mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk secara mandiri melakukan pemeriksaan sederhana dengan SADARI sebagai langkah awal. Di sisi lain, kami juga sangat mengharapkan agar pemerintah baik melalui KJS atau JKN memastikan ketersediaan akses terhadap fasilitas deteksi lanjutan serta akses terhadap pengobatan kanker payudara sejak stadium dini. Kemajuan teknologi diagnosis dan pengobatan saat ini mampu membedakan jenis-jenis kanker payudara dan memberikan pilihan terapi yang sesuai dengan jenis kanker payudara yang diderita pasien. Jika diterapi pada stadium dini, akan memberikan peluang kesembuhan bagi pasien kanker payudara. Kami yakin, kesinambungan upaya promotif, deteksi dini serta jaminan ketersediaan akses pengobatan sejak stadium dini akan membuahkan hasil positif dalam upaya pengendalian kanker payudara.”


Sementara itu, Kepala Komunikasi dan Kebijakan Publik, Roche Indonesia, Lucia Erniawati mengatakan, “Roche Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan, berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian serupa, untuk terus menerus mengedukasi masyarakat khususnya kaum perempuan di Indonesia mengenai pentingnya melakukan SADARI, segera bertindak dan berkonsultasi ke dokter jika menemukan kelainan dan segera melakukan upaya medis yang tepat sesuai dengan rekomendasi dokter.”

Tentang SADARI

SADARI adalah kampanye mengenai kanker payudara yang inisiasi bersama oleh para pemangku kepentingan. Tujuan dan semangat dari kampanye ini adalah untuk mengedukasi masyarakat seluas-luasnya bahwa kanker payudara dapat dideteksi dini dan diobati sehingga bisa dikalahkan. Badan Kesehatan Dunia melaporkan bahwa angka kematian akibat kanker payudara di negara maju sudah mengalami penurunan karena masyarakatnya peduli dengan kesehatan payudaranya dengan cara melakukan deteksi dini. Deteksi dini kanker payudara yang paling sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri adalah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). SADARI dianjurkan dilakukan setiap satu hingga tiga bulan sekali. SADARI dilakukan pada antara 7 hari hingga 10 hari sejak hari pertama menstruasi. Pada wanita yang sudah menopause, SADARI sebaiknya dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama. Deteksi dini kanker payudara lainnya termasuk pemeriksaan klinik (pemeriksaan fisik) oleh tenaga medis profesional, ultrasonografi payudara (USG) dan mammografi.



Edited by Admin dharmais-surgonc.com