Service, Education and Research


Dharmais Surgical Oncology

National Cancer Centre

Dharmais Surgical Oncology

www.dharmais-surgonc.com

All Right Reserved © www.dharmais-surgonc.com 2013 MOOI

Biopsi pada Kanker Payudara, Amankah?


Adlina Karisyah, Bob Andinata



Biopsi adalah prosedur pengambilan sebagian jaringan tubuh untuk diperiksa dibawah mikroskop. Biopsi dapat membedakan antara  jaringan tubuh normal dengan jaringan tubuh yang yang mengalami perubahan akibat kanker. Oleh karena itu, biopsi kerap menjadi pilihan utama bagi dokter untuk menegakkan diagnosis sekaligus menilai derajat keganasan pada hampir seluruh jenis kanker.


Kini, beraneka ragam pilihan jenis biopsi telah tersedia. Lokasi tumor, besar tumor, kecurigaan jenis ataupun derajat keganasan tumor, serta tentunya preferensi pasien, merupakan salah satu dari sekian banyak pertimbangan dokter dalam memilih jenis biopsi yang terbaik untuk pasien.


Beberapa jenis biopsi yang dapat dilakukan pada kasus kanker payudara akan dijelaskan dibawah ini.

Biopsi jarum seringkali menjadi pilihan apabila dokter mencurigai adanya kanker pada payudara, kelenjar tiroid, hati dan berbagai organ lain. Metode biopsi jarum yang dapat dilakukan antara lain adalah biopsi jarum halus (BJH) atau sering juga disebut fine needle aspiration biopsy (FNAB) serta core biopsy. Bila diperlukan, biopsi jarum juga dapat dilakukan dokter dengan panduan alat bantu, seperti rontgen, USG, CT scan maupun MRI. Pada beberapa kasus dapat pula dilakukan biopsi vakum atau vacuum assisted biopsy.

Dari segi prosedur, teknik yang dilakukan pada biopsi jarum halus (FNAB) dan core biopsy sama. Hanya jenis jarum yang digunakan saja yang berbeda. FNAB menggunakan jarum halus yang bahkan lebih tipis dibandingkan jarum untuk pengambilan sampel darah. Berbeda halnya dengan jarum pada core biopsy yang berukuran lebih besar, walaupun umumnya tetap tidak meninggalkan bekas luka.

Gambar 1. Biopsi jarum halus (FNAB)

http://www.americanmedicalcoding.com/cpt-code-fine-needle-aspiration/

Dari segi hasil, core biopsy memberikan hasil pemeriksaan yang lebih baik dibandingkan FNAB. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa metode ini biasanya memerlukan 3-6 kali pengambilan sampel.

Pada beberapa kasus, FNAB dapat menunjukkan hasil negatif palsu jika lokasi yang diambil kurang tepat sehingga harus dilakukan biopsi lain.

Gambar 2. Core biopsy

http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/needle-biopsy/multimedia/core-needle-biopsy/img-20008370

Ada kalanya, biopsi dilakukan dalam operasi. Terdapat dua jenis biopsi dalam operasi, yakni ‘biopsi insisi’ dan ‘biopsi eksisi’. Biopsi insisi hanya mengambil sebagian kecil jaringan yang dicurigai kanker, sedangkan biopsi eksisi mengambil seluruh jaringan yang dicurigai kanker beserta jaringan sekitar yang masih sehat. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius umum.

Gambar 3. A. Biopsi insisi; B. Biopsi eksisi

http://www.wkhs.com/Cancer/Cancer-Treatment-Services/Surgery/Biopsy/Breast-Surgical-Biopsy.aspx

Prosedur ini dikenal pula dengan istilah frozen section atau VC (vries coupe). Pada kondisi tertentu, ketika dokter bedah membutuhkan hasil pemeriksaan jaringan dengan cepat guna membedakan tumor jinak dan ganas, dokter bedah akan memintakan pemeriksaan ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini kemudian dokter akan menentukan tindakan definitif berikutnya saat operasi. Terdapat beberapa keterbatasan terkait pengambilan sampel maupun teknik dan interpretasi dalam pemeriksaan. Akan tetapi keuntungan dari pemeriksaan ini adalah hasilnya yang bisa didapatkan dalam 30 menit, lebih cepat dari pemeriksaan biopsi lainnya yang interpretasinya memakan waktu kurang lebih dua minggu.

Gambar 4. Prosedur potong beku dilakukan dalam operasi dan segera diperiksa oleh ahli patologi dibawah mikroskop.

http://jilab.fi/index.php/background/

Setelah tindakan biopsi dilakukan, jaringan akan dikirim ke bagian patologi anatomi untuk diperiksa dibawah mikroskop oleh ahli patologi. Hasilnya, berupa interpretasi yang terangkum dalam satu lembar patologi anatomi. Khusus untuk core dan open biopsy, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan imunohistokimia (IHK). Pemeriksaan IHK mampu menilai sifat dan karakteristik kanker. Pada kanker payudara, pemeriksaan ini akan menilai apakah jaringan memiliki reseptor HER2 atau reseptor hormonal. Keberadaan reseptor ini penting dalam menentukan kemoterapi atau terapi hormonal selanjutnya bagi pasien.

Seluruh jenis biopsi diatas relatif aman dilakukan terkait risiko perdarahan dan nyeri yang minimal. Selain itu, risiko penyebaran (metastasis) kanker juga sangat kecil jika setelah tindakan pasien kontrol tepat waktu sesuai yang dianjurkan dokter. Walaupun penelitian yang telah dilakukan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang konklusif, penelitian oleh tim Mayo Clinic pada 2000 subjek pasien dengan kanker pankreas di Florida menunjukkan bahwa metode biopsi jarum halus justru memiliki angka harapan hidup dan keberhasilan terapi yang lebih tinggi dibandingkan pasien yang tidak menjalani biopsi.

Pada prinsipnya, pemilihan jenis biopsi yang tepat untuk jenis kanker tertentu serta teknik yang sesuai standar merupakan kunci dari keberhasilan diagnosis. Jangan ragu bertanya kepada dokter Anda untuk mendapatkan penangananan yang tepat dan sesuai untuk kondisi Anda.

Sumber:

1. Types of biopsy procedures used to diagnose cancer. United States: Mayo Clinic; 2014 [cited 2016 6 September]. Available from: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/biopsy/ART-20043922.

2. Types of biopsy procedures: American Cancer Society; 2015 [cited 2016 6 Sep]. Available from: http://www.cancer.org/treatment/understandingyourdiagnosis/examsandtestdescriptions/forwomenfacingabreastbiopsy/br east-biopsy-biopsy-types.

3. Biopsy. United Kingdom: National Health Service; 2015 [cited 2016 6 Sep]. Available from: http://www.nhs.uk/Conditions/Biopsy/Pages/Introduction.aspx.

4. Biopsies don't spread cancer, mayo research shows. United States: Mayo Clinic; 2015 [cited 2016 6 Sep]. Available from: http://www.mayo.edu/research/forefront/biopsies-dont-spread-cancer.

5. Jaafar H. Intra-operative frozen section consultation: concepts, applications and limitations. The Malaysian Hournal of Medical Science. 2006;13(1):4-12.

HOME Back